HARVEST (Rifampisin oral dosis tinggi untuk memperbaiki luaran pada pasien dewasa dengan meningitis tuberkulosis

Tahapan Penelitian : Awal
Sponsor:
Mitra Pelaksana:
1. Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Hasan Sadikin, Bandung, Indonesia; 2. Rumah Sakit Umum Pusat Cipto Mangunkusumo, Jakarta, Indonesia; 3. Prince Mshiyeni Memorial Hopsital, Durban, Afrika Selatan; 4. Mulago National Referral Hospital, Kampala, Uganda
No Registry
Tanggal Input Registry : 24-08-2021

24-10-2021
1. Mortalitas 6 bulan Peneliti memilih titik ini karena 95% kematian terjadi dalam 6 bulan, dan peneliti mengantisipasi bahwa intervensi kami di dalam penelitian ini memiliki dampak yang besar pada masa awal pengobatan. Mortalitas akan ditentukan dengan follow-up rutin pasien, dan jika terjadi loss to follow up, peneliti akan secara aktif berusaha menemukan pasien dan mencatat temuan dalam rekam medis. Loss to follow-up yang terjadi pada 8 minggu pertama akan dianggap sebagai kegagalan dan akan dimasukkan ke dalam perhitungan mortalitas 6 bulan. sedangkan, untuk loss to follow-up yang terjadi >8 minggu akan disensor.
1. Harapan hidup 12 bulan 2. Perbaikan kesadaran (GCS=15 for > 2hari) 3. Luaran fungsional (Liverpool Outcome Score) pada bulan ke-6 4. Luaran neurokognitif pada bulan ke-2 dan 12 (Hanya senter Uganda) 5. Lama perawatan (termasuk re-hospitalisasi) 6. Re-hospitalisasi karena perburukan status neurologis 7. Insidensi kumulatif Adverse Events derajat 3-5 & Serious Adverse Events 8. Insidensi kumulatif hepatotoksisitas (derajat 3-5) 9. Seluruh penyebab penghentian obat penelitian >5 hari 10. Pemeriksaan kadar rifampisin dan obat TB lainnya di plasma dan CSS
 
HARVEST (Rifampisin oral dosis tinggi untuk memperbaiki luaran pada pasien dewasa dengan meningitis tuberkulosis
High Dose Oral Rifampicin to Improve Outcomes from Adult Tuberculous Meningitis
Eksperimental
HARVEST merupakan uji klinik fase 3 terkontrol, multisenter, dan tersamar ganda yang bertujuan untuk menilai apakah rifampisin dosis tinggi dapat memperbaiki luaran 6 bulan dibandingkan dengan rifampisin dosis standar. Subyek akan dilakukan randomisasi 1:1 dan dibagi ke dalam dua kelompok: 1. Kelompok dengan rifampisin dosis tinggi (Rifampisin oral ~35 mg/kg/hari selama 8 minggu) dikombinasikan dengan standard HZE dan 2. Kelompok dengan rifampisin dosis standar (Rifampisin oral ~10 mg/kg/hari selama 8 minggu) dikombinasikan dengan standar dosis HZE.
500
 

Inclusion Criteria:

1. Pasien dewasa berusia ≥ 18 tahun. 2. Diduga menderita meningitis TB (≥3 hari gejala meningitis dan CSF yang abnormal) pertama kali dan pengobatan meningitis TB telah direncanakan. 3. Pasien/keluarga/wali sah pasien bersedia mengikuti penelitian dan menandatangani lembar pernyataan persetujuan keikutsertaan penelitian (informed consent). 4. Bersedia untuk tidak hamil atau menyusui selama penelitian (untuk perempuan berusia subur).

Exclusion Criteria:

1. Adanya ikterik (kuning), diketahui berpenyakit sirosis hati atau kenaikan ALT>5x batas atas nilai normal 2. Telah menerima lebih dari 5 hari dosis terapi TB dalam 7 hari terakhir 3. Diketahui memiliki reaksi alergi/hipersensitivas terhadap rifampisin, isoniazid, ethambutol, atau pirazinamid 4. Diketahui sedang atau pernah menderita infeksi TB resistan/kebal rifampisin sebelumnya 5. Adanya infeksi aktif tambahan dari sistem saraf pusat 6. Kontraindikasi terhadap pengobatan kortikosteroid 7. Diperkirakan tidak dapat mengikuti kontrol atau kunjungan rutin ke RS hingga minggu ke-52) 8. Sedang hamil atau menyusui 9. Gagal ginjal yang diketahui sebelumnya dengan eGFR
 
36/UN6.KEP/EC/2020 (Komisi Etik Penelitian FK Unpad)
-
1. RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung: B-RG.01.06.32.321.08.20.514 dan 2. RSUP Cipto Mangunkusumo Jakarta : B-RG.01.06.32.321.08.20.513
ISRCTN15668391
dr. Ahmad R Ganiem, SpS(K)., PhD (+62 878 2288 3773) // ahmad.rizal@unpad.ac.id