Clinical Research Registry

No Registry Status Registry
  Awal   Safety Profile Following Inactivated COVID-19 Vaccine in Healthy Adults Aged >18 Years in Indonesia 
Interventions: N/A 
  Awal   UJI KLINIK JAMU SAMBILOTO PADA PASIEN COVID-19 2021 (UKIJASAMVID 2021) 
Interventions: METODE INTEVENSI: Uji klinik terkontrol acak tersamar ganda • Kelompok pembanding Subjek kelompok ini mendapatkan terapi standar untuk COVID-19 ditambah dengan plasebo dosis 3 x 4 kapsul setelah makan, berjarak 2 (dua) jam dari terapi standar. Intervensi dilakukan selama 10 hari atau sampai subjek sudah diperbolehkan pulang dari RS (jika kurang dari 10 hari). • Kelompok intervensi. Subjek mendapatkan terapi standar untuk COVID-19 ditambah dengan Jamu ekstrak sambiloto dosis 3 x 4 kapsul pagi dan sore setelah makan , berjarak 2 (dua) jam dari terapi standar. Jamu ekstrak sambiloto tersebut diberikan setiap hari selama 10 hari atau sampai subjek sudah diperbolehkan pulang dari RS (jika kurang dari 10 hari). Terapi standar untuk kasus sedang adalah obat yang digunakan untuk penderita Covid 19 gejala sedang yang berlaku di RSUD Bung Karno (sesuai PPK RSUD Bung Karno). BAHAN UJI: Jamu ekstrak sambiloto dan plasebo dibuat dan dikemas oleh PT. Industri Jamu Borobudur Indonesia. Jamu ekstrak sambiloto yang digunakan bermerk SAMBIO®. Sediaan jamu berupa kapsul berisi ekstrak sambiloto 330 mg. Kemasan berupa botol berisi 60 kapsul. Produk uji disimpan di gudang farmasi Rumah Sakit Bung Karno dengan suhu optimal yaitu kurang dari 25 derajat celcius dan di tempat yang kering. KONDISI SUBYEK: Pasien baru yang terdiagnosis Covid-19 dengan gejala sedang yang dirawat di instalasi rawat inap RSUD Bung Karno Surakarta 
  Awal   Dexamethasone on Cerebral Toxoplasmosis Study (De-TOX Study) 
Interventions: Deksametason 20 mg (4cc) dibandingkan dengan plasebo (4 cc larutan NaCl 0.9%) selama 7 hari sebagai tambahan terapi antiparasit dan atau antiretroviral untuk pasien HIV dengan toxoplasma serebral. 
  Awal   HARVEST (Rifampisin oral dosis tinggi untuk memperbaiki luaran pada pasien dewasa dengan meningitis tuberkulosis 
Interventions: HARVEST merupakan uji klinik fase 3 terkontrol, multisenter, dan tersamar ganda yang bertujuan untuk menilai apakah rifampisin dosis tinggi dapat memperbaiki luaran 6 bulan dibandingkan dengan rifampisin dosis standar. Subyek akan dilakukan randomisasi 1:1 dan dibagi ke dalam dua kelompok: 1. Kelompok dengan rifampisin dosis tinggi (Rifampisin oral ~35 mg/kg/hari selama 8 minggu) dikombinasikan dengan standard HZE dan 2. Kelompok dengan rifampisin dosis standar (Rifampisin oral ~10 mg/kg/hari selama 8 minggu) dikombinasikan dengan standar dosis HZE. 
  Awal   HARVEST (Rifampisin oral dosis tinggi untuk memperbaiki luaran pada pasien dewasa dengan meningitis tuberkulosis 
Interventions: HARVEST merupakan uji klinik fase 3 terkontrol, multisenter, dan tersamar ganda yang bertujuan untuk menilai apakah rifampisin dosis tinggi dapat memperbaiki luaran 6 bulan dibandingkan dengan rifampisin dosis standar. Subyek akan dilakukan randomisasi 1:1 dan dibagi ke dalam dua kelompok: 1. Kelompok dengan rifampisin dosis tinggi (Rifampisin oral ~35 mg/kg/hari selama 8 minggu) dikombinasikan dengan standard HZE dan 2. Kelompok dengan rifampisin dosis standar (Rifampisin oral ~10 mg/kg/hari selama 8 minggu) dikombinasikan dengan standar dosis HZE. 
  Awal   HARVEST (Rifampisin oral dosis tinggi untuk memperbaiki luaran pada pasien dewasa dengan meningitis tuberkulosis 
Interventions: HARVEST merupakan uji klinik fase 3 terkontrol, multisenter, dan tersamar ganda yang bertujuan untuk menilai apakah rifampisin dosis tinggi dapat memperbaiki luaran 6 bulan dibandingkan dengan rifampisin dosis standar. Subyek akan dilakukan randomisasi 1:1 dan dibagi ke dalam dua kelompok: 1. Kelompok dengan rifampisin dosis tinggi (Rifampisin oral ~35 mg/kg/hari selama 8 minggu) dikombinasikan dengan standard HZE dan 2. Kelompok dengan rifampisin dosis standar (Rifampisin oral ~10 mg/kg/hari selama 8 minggu) dikombinasikan dengan standar dosis HZE. 
INA-AFXDQE9  Awal   Efikasi dan Keamanan Remdesivir pada Pasien COVID-19 Derajat Sedang-Berat di RSUP DR. M. Djamil Padang 
Interventions: Remdesivir selama 5 hari dosis Hari 1 200 mg dlm 500 cc Nacl 0,9%, hari 2-5 100 mg dlm 500 cc Nacl 0,9% VS kontrol (pengobatan tanpa anti virus) 
INA-HRAMP37  Awal   Studi Efikasi dan Keamanan Terapi IVIG pada Pasien Covid19 Derajat Berat di RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso 
Interventions: Standard of Care, Standard of Care + IVIG 
INA-GAXP9QZ  Awal   THE USE OF SYSTEMIC CORTICOSTEROIDS IN MODERATE TO CRITICAL ILL PATIENTS WITH COVID-19 
Interventions: Kelompok intervensi akan menerima perawatan standar dan terapi Dexamethason dengan dosis hari 1-2 3X4 mg, hari 3-4 2X4 mg, hari 5-6 1X4 mg segera setelah pengacakan. Kelompok pembanding akan menerima perawatan standar atau perawatan biasa dengan deksametason dosis 1x6mg hingga 10 hari. 
INA-QCMRCKG  Awal   Intravenous Immunoglobulin (IVIG) Sebagai Terapi Pasien Covid-19: Sebuah Uji Klinis 
Interventions: Terdapat lima kelompok perlakuan yaitu: 1. Kelompok 1 (kontrol): Terapi Standar 2. Kelompok 2: Terapi Standar + Dosis 0.3 g /Kg anti-COVID-19 IVIG selama 3 hari 3. Kelompok 3: Terapi Standar + Dosis 0.5 g /Kg anti-COVID-19 IVIG selama 3 hari 4. Kelompok 4: Terapi Standar + Dosis 0.3 g /Kg anti-COVID-19 IVIG selama 5 hari 5. Kelompok 5: Terapi Standar + Dosis 0.5 g /Kg anti-COVID-19 IVIG selama 5 hari 
INA-S4D4ZKN  Awal   COVID-REMISI 
Interventions: Kombinasi antar remdesivir dan plasebo atau remdesivir saja, diberikan sesuai kelompok atau arm randomisasi, sebagai berikut. Kelompok remdesivir durasi 10 hari Hari pertama : Loading dose remdesivir Hari ke 2-10 : Maintenance dose remdesivir Kelompok remdesivir durasi 5 hari Hari pertama : Loading dose remdesivir Hari ke 2-5 : Maintenance dose remdesivir Hari ke 6-10 : Plasebo 
INA-BDGYB4X  Awal   Ivermectin Fase II-III 
Interventions: Fase II • Arm 1 : SoC + Ivermectin tablet dengan dosis 200 μg/kg sesuai dengan berat badan akan diberikan satu kali per hari, selama 5 hari. • Arm 2 : SoC + Ivermectin tablet dengan dosis 400 μg/kg sesuai dengan berat badan akan diberikan satu kali per hari, selama 5 hari. Fase III • Arm 1 : SoC + Ivermectin tablet selama 5 hari, dengan dosis yang aman berdasarkan uji klinik fase II. • Arm 2 : SoC + Plasebo yang identik dengan tablet Ivermectin sesuai dengan berat badan akan diberikan satu kali per hari, selama 5 hari. 
INA-EKR2903  Awal   NA 
Interventions: - Semua subjek akan berpuasa selama 10 jam semalam (09.00 - 07.00) sebelum pemberian obat. Tidak ada asupan makanan khusus yang dirancang untuk penelitian ini. Asupan air akan diizinkan sesuai keinginan kecuali selama 1 jam (jam) sebelum pemberian obat studi dan 2 jam setelahnya. Setelah titik-titik ini, air hangat akan disediakan sesuai keinginan. Tidak ada makanan yang diizinkan sampai 4 jam setelah pemberian obat studi. Makanan standar akan disajikan pada 4 jam (sarapan), 6 jam (makan siang), dan 12 jam (makan malam) setelah pemberian obat studi. - Setelah puasa semalaman, kira-kira pukul 06.00 pada hari pengambilan sampel, diambil 5 ml sampel darah pre-dose dalam waktu satu jam sebelum pemberian obat untuk setiap periode. Setelah pemberian obat, sampel darah 5 ml akan diambil pada waktu pemberian obat 1, 1.5, 2, 2.5, 3, 3.5, 4, 4.5, 5, 5.5, 6, 9, 12, 16 dan 24 jam - Subjek harus tetap dalam posisi berbaring sampai periode 4 jam setelah pemberian obat. Subjek tidak akan diizinkan untuk keluar dari fasilitas klinis kecuali atas izin dokter yang bertanggung jawab. - Pemantauan tanda vital (body temperature, blood pressure, heart rate/pulse rate and, respiration rate): predose, 1, 2, 4, 6, 9, 12, 24 dan 32 jam setelah pemberian obat. 
INA-XH6BCFP  Awal   Serological screening and treatment to prevent recurrence of tertian malaria (SSAT STUDY) 
Interventions: Uji coba terkontrol secara acak dengan skrining serologis dan pengobatan sebagai intervensi. Anak sekolah terpilih akan dialokasikan ke dalam dua kelompok studi: (1) skrining dan pengobatan serologis (SSAT), dan (2) kelompok kontrol. 
INA-CLYNAA  Awal   Seroprevalence of Hepatitis A in Indonesia part of "Seroprevalence of Hepatitis A in 3 South East Asian Countries: Indonesia, The Philippines And Vietnam" 
Interventions: This is study without intervention 
INA-R8NGMEW  Awal   The Effect of Incremental Continous Ambulatory Peritoneal Dialysis on the Preservation of Residual Kidney Function and Clinical Outcomes: A Randomized Controlled Trial 
Interventions: CAPD patients will be screened according to the examination results of baseline eGFR and 24-hour urine volume. Patients with significant Residual Kidney Function will be assigned as potential subject in this study and screened based on the inclusion and exclusion criteria. The significant Residual Kidney Function is defined as if a patient has minimum urine volume of 400 ml/day and residual eGFR minimum of: - 6 mL/min/1.73 m2 for body weight 40-55 kg - 8 mL/min/1.73 m2 for body weight 55.1-73 kg - 9 mL/min/1.73 m2 for body weight 73.1-91 kg - 10 mL/min/1.73 m2 for body weight 91.1-109 kg Subjects who agree to join this study will undergo physical examination and laboratory tests (hemoglobin, ureum, creatinine, calcium, phosphate, albumin, serum iron, TIBC, ferritin, CRP, electrolyte, and peritoneal equilibration test) as baseline data; assigned as data at day-0. In addition, they will fill out the KDQOL-SFTM 1.3 questionnaire for baseline QoL data. They will be randomly assigned to intervention or control group in a 1:1 ratio using block randomization. Subjects in intervention group (Group A) will receive 1 cycle of Icodextrin with 8-12 hours dwell time at night and 2 cycles of Dianeal with dwell time 4-6 hours per day. Subjects in control group (Group B) will be receive 4 cycles of Dianeal per day with dwell time 4-6 hours each. Concentration of the glucose prescribed will be decided by the clinician based on volume status, urine production, and daily ultrafiltration. Subjects will be assessed in three months trial. The assessment for primary and secondary outcomes will be held at day-30, 60, and 90. 
INA-WXPBFS9  Awal   NA 
Interventions: 1. Kurang lebih 1 jam sebelum pemberian obat, subjek harus mandi sebelum menjalani pemeriksaan fisik untuk data tanda vital awal (suhu tubuh, tekanan darah, detak jantung / nadi, dan laju respirasi). Subjek wanita usia subur harus menjalani tes kehamilan. Data tersebut akan dicatat di CRF. 2. Keesokan paginya, sebelum obat diberikan ke subjek, botol harus dibuka. Untuk Obat Uji: tambahkan volume total 19 mL air yang dibagi menjadi 2 bagian. Untuk Obat Referensi: tambahkan volume total 20 mL air dibagi menjadi 2 bagian. Kemudian obatnya harus dikocok dengan baik setidaknya selama 30 detik pada setiap penambahan air. 3. Obat harus dikocok dengan baik sampai homogen sebelum diberikan kepada subyek. Sesuai jadwal, pengambilan sampel mulai pukul 07.00 pagi hari, subjek akan diberikan dosis tunggal 5 ml Cefixime Sirup Kering untuk kedua formulasi (obat uji dan pembanding) dengan ujung kateter jarum suntik dalam posisi duduk. Setiap subjek akan diberikan air sebanyak 240 ml. Kemudian ujung kateter jarum suntik harus dibilas minimal 3 kali dengan air. Subjek diminta diminta untuk menelan semua air yang tersisa. Kemudian subjek diminta untuk dalam posisi tegak (berdiri atau duduk) selama 1 jam setelah pemberian dosis. 
INA-K7QXEST  Awal   The effect of Consumption Lactococcus lactis Subsp. Cremoris Probiotics on Gut Microbiota, Food Intake and Defaecation in Indonesian Women with Constipation 
Interventions: The dietary supplements used in this study were hard capsules containing Lc. cremoris FC (1 X 107 cfu; 2 X 107 cfu) and a placebo. Each daily dose comprised two capsules, with hot/cold water per a day within 30 minutes after dinner during intake. 
INA-HOZ2FWH  Awal   Randomised Evaluation of Covid-19 Therapy (RECOVERY) 
Interventions: RECOVERY merupakan uji coba label terbuka dan acak pada pasien yang dirawat di rumah sakit karena COVID-19. Desain faktorial digunakan sehingga subyek yang memenuhi syarat dan setuju ikut serta dalam penelitian dapat diacak/dirandomisasi ke salah satu kelompok randomisasi utama, yaitu: (Pengacakan Utama bagian A pada protokol) • Perawatan rutin tanpa tambahan pengobatan • Kolkisin 500 mg (oral atau nasogastric tube) atau intravena 1x/hari selama 10 hari atau kelompok Pengacakan Utama bagian C: • Perawatan rutin tanpa tambahan pengobatan • Aspirin 150 mg (oral atau nasogastric tube) atau per rektal 1x/hari hingga pasien keluar rumah sakit. Jika kondisi subyek semakin berat dan memenuhi syarat, maka dilakukan pengacakan kedua atau lanjuta antara kelompok pengobatan berikut: • Tidak ada pengobatan/terapi tambahan • Tocilizumab, melalui pemberian infus intravena dengan dosis ditentukan berdasarkan berat badan sebagai berikut: - 40 dan ≤65 kg = 400 mg - 65 dan ≤90 kg = 600 mg - > 90 kg = 800 mg Catatan: berat badan dapat diperkirakan jika menimbang pasien tidak praktis Tocilizumab harus diberikan sebagai infus intravena tunggal selama 60 menit dalam 100ml natrium klorida 0,9%. Dosis kedua dapat diberikan ≥12 dan  
INA-NEB8Z5Y  Awal   Novel Coronavirus Vaccine (CHO cell) Phase III clinical trial 
Interventions: Investigational Vaccine: ZF2001 Name : Recombinant Novel Coronavirus Vaccine (CHO cell) Manufacturer : Anhui Zhifei Longcom Biopharmaceutical Co., Ltd Specifications : 0.5ml/vial. It contains 25 μg NCP-RBD protein Ingredients : NCP-RBD, Aluminum Hydroxide Adjuvant Dosage form : injection The injection way: intramuscular injection of deltoid muscle of upper arm Vaccination dose: 0.5ml Vaccination schedule: 0,1,2 months Placebo: Name : Novel Coronavirus Vaccine (CHO cell) placebo (with aluminum) Manufacturer : Anhui Zhifei Longcom Biopharmaceutical Co., Ltd Specifications : 0.5 ml/vial. It contains 0.25mg aluminum hydroxide adjuvant Ingredients : Aluminum hydroxide adjuvant Dosage form : injection The injection way: intramuscular injection of deltoid muscle of upper arm Vaccination dose: 0.5ml Vaccination schedule: 0,1,2 months 
INA-NT3BFHA  Awal   Uji klinik (2R2): Dosis Tinggi Rifampisin versus Dosis Standar Rifampisin untuk Pengobatan Infeksi Laten TB (ILTB) 
Interventions: Berdasarkan panduan WHO yang telah menerbitkan rekomendasi terbaru untuk pengobatan ILTB dengan regimen Rifampisin selama 4 bulan (4R). Pada uji klinik ini kami berencana untuk memverifikasi bahwa monoterapi Rifampisin dosis lebih tinggi (20 mg/kg dan 30 mg/kg) memiliki kemanjuran yang sama dengan 4R, tanpa ada peningkatan efek samping serta aman; karena pengobatan ILTB menyiratkan pengobatan terhadap orang sehat. Uji klinik ini merupakan fase 2b, dan apabila dari uji klinik ini didapatkan bukti (evidence) baru, maka selanjutnya akan diteruskan ke uji klinik fase 3 yang melibatkan lebih banyak negara dengan jumlah subjek yang lebih banyak. Untuk itu Intervensi yang dilakukan terhadap subyek pada uji klinik ini yaitu memberikan obat regimen Rifampisin dengan dosis harian tinggi yakni 20 mg/kg dan 30 mg/kg. Yang memiliki tujuan serta manfaat seperti berikut: Tujuan utama: Penyelesaian pengobatan: Membandingkan penyelesaian pengobatan tiga regimen rifampisin oral harian dengan dosis berbeda: (1) dosis standar = 10 mg/kg/hari selama 4 bulan (4R10), atau (2) dosis tinggi 20mg/kg/hari selama 2 bulan (2R20), atau, (3) dosis tinggi 30 mg/kg/hari selama 2 bulan (2R30). Penyelesaian akan didefinisikan sebagai menyelesaikan pengobatan setidaknya 90% dari dosis dalam 120% dari waktu yang diizinkan (54 dosis dalam 72 hari untuk regimen dosis tinggi 2 bulan dan 108 dosis dalam 144 hari untuk regimen standar). Keamanan: Membandingkan efek samping tingkat 3-5 dari tiga regimen yang mengakibatkan penghentian obat studi secara permanen dan dianggap mungkin atau mungkin terkait dengan obat yang diteliti (penilaian apakah efek samping tersebut dilakukan oleh tim independen yang beranggotakan 3 orang yang tidak mengetahui ketiga regimen tersebut)). Tujuan sekunder: Membandingkan efek samping tingkat 1-2 dari tiga regimen yang mengakibatkan penghentian obat studi secara permanen dan dianggap mungkin atau mungkin terkait dengan obat yang diteliti oleh tim independen yang tidak mengetahui ketiga regimen tersebut (keamanan). Membandingkan tiga regimen dalam hal kejadian TB aktif dalam 26 bulan setelah pengacakan (kemanjuran). Manfaat Penelitian: Beberapa manfaat yang dapat diperoleh dari penelitian ini, antara lain: Bila terbukti penyelesaian pengobatan lebih baik dan keamanan dari regimen dosis tinggi sama baiknya dengan dosis tinggi, maka pengobatan ILTB dapat menjadi lebih singkat, hanya 2 bulan. Subjek yang diikutsertakan dalam penelitian mendapatkan pemeriksaan skrining ILTB, pemantauan dan pemeriksaan berkala selama 26 bulan sejak dirandomisasi. Subjek yang diikutsertakan dalam penelitian mendapatkan pengobatan ILTB yang bebas biaya. 
IINA-HWO0848  Awal   Persistence and Long-Term Protection of Vi Antibodies Induced by Vi-DT Conjugate Vaccines in Indonesian Adults, Adolescent, Children, and Infants 
Interventions: Blood sampling at 3, 4 and 5 years after vaccination with one dose of Vi-DT in adults, adolescents, children and infants groups in subject Phase II clinical trial. One dose Vi-DT vaccine in subject aged 6-23 months when receiving the primary dose. 
IINA-LWE89BE  Awal   Observational Research on Infectious Disease Outbreaks and Difficult Cases of Unidentified Etiology in Indonesia 
Interventions: This is Observational study without intervention 
INA-78S909M  Awal   The effects of a probiotic milk drink, Yakult®, containing Lactobacillus casei Shirota on the intestinal microbiota and intestinal environment in residents and staff at elderly houses in Indonesia 
Interventions: Intervention Group : Yakult®: Fermented milk drink containing over 6.5×109 CFUs of L. casei Shirota/65 ml, 1 bottle/day for 24 weeks (168 days). Placebo Group : Placebo: Taste, appearance, component, and number of calories are the same as Yakult®, non-fermented milk product. 1 bottle/day for 24 weeks (168 days). 
INA-XSPZF53  Awal   Adaptive Phase I Clinical Trial of Preventive Vaccine Consisting of Autologous Dendritic Cells Previously Incubated With S-protein From SARS-CoV-2, in Subjects Negative for COVID-19 Infection and Anti-SARS-CoV-2 Antibodies 
Interventions: This is an adaptive Phase I trial of a vaccine consisting of autologous dendritic cells previously loaded ex vivo with SARS-CoV-2 spike protein, with or without GM-CSF, to prevent COVID-19 in adults. 
INA-TZ0XXFY  Awal   The Benefits of Astaxanthin as Add on Therapy in the Management of Painful Diabetic Neuropathy Patient 
Interventions: This is a randomized clinical trial, active comparator, open label, controlled study. Eligible subjects were randomly allocated to receive any of the following regiments: standard therapy consists of pregabalin, gabapentine, or amitriptyline (control group) or standard therapy and astaxanthin 6 mg tablet once daily (experimental group) 
INA-LYY8GNT  Awal   The Benefits of Vitamin B Combination as Add on Therapy in the Management of Painful Diabetic Neuropathy Patient 
Interventions: This is a randomized clinical trial, active comparator, open label, controlled study. Eligible subjects were randomly allocated to receive any of the following regiments: standard therapy consists of pregabalin, gabapentine, or amitriptyline (control group) or standard therapy and vitamin B combination (vitamin B1 100 mg, vitamin B6 200 mg, and vitamin B12 200 mcg) once daily (experimental group) 
INA-MEODDY6  Awal   The Benefits of Vitamin D 5000 IU as Add on Therapy in the Management of Painful Diabetic Neuropathy Patient 
Interventions: This is a randomized clinical trial, active comparator, open label, controlled study. Eligible subjects were randomly allocated to receive any of the following regiments: standard therapy consists of pregabalin, gabapentine, or amitriptyline (control group) or standard therapy and vitamin D 5000 IU tablet once daily (experimental group) 
INA-PA2HB87  Awal   Effects of Dietary Intake and Supplementation of Indigenous Probiotic Lactobacillus plantarum Dad-13 on Body Mass Index, Faecal Short-Chain Fatty Acid, and Gut microbiota of Undernourished Children in East Lombok, Indonesia 
Interventions: Probiotic powder "ProbioGama" with probiotics Lactobacillus plantarum Dad-13 with viability 10^9 CFU/gram. 40 Subject divided into 2 groups : - Probiotic Group : Consume Probiotic Powder ProbioGama 1 sachet/ Day (1 sachet = 1 gram) - Plasebo group : consume skim milk powder 1 sachet (1 sachet = 1 gram) 
INA-2A8RG4R  Awal   PENGARUH KONSUMSI PROBIOTIK POWDER INDIGENOUS DALAM MENYEHATKAN SALURAN PENCERNAAN PADA PENDERITA OBESITAS 
Interventions: Intervensi Produk Probiotik Powder dengan viabilitas 10^9 CFU/Gram/Hari pada kelompok probiotik