Reducing the risk of Plasmodium vivax relapse after acute Plasmodium falciparum malaria in co-endemic areas - a randomized controlled trial (PRIMA STUDY)

Tahapan Penelitian : Awal
Sponsor:
Mitra Pelaksana:
Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI); Lembaga Biologi Molekuler Eijkman (LBME); Eijkman Oxford Clinical research Unit (EOCRU)
No Registry
INA-BB6K0Q7
Tanggal Input Registry : 21-10-2020

16-11-2020
Insiden kumulatif malaria P. vivax pada hari ke-63 pada subyek dengan infeksi malaria P. falciparum yang diobati dengan DHA-PP dengan atau tanpa PQ
1) Insiden kumulatif malaria P. vivax yang bergejala pada hari ke-28 dan ke-42 pada subyek dengan infeksi malaria P. falciparum. 2) Risiko kejadian malaria P. falciparum asimtomatik pada hari ke 28, 42 dan 63 pada subyek dengan infeksi malaria P. falciparum.
 
Reducing the risk of Plasmodium vivax relapse after acute Plasmodium falciparum malaria in co-endemic areas - a randomized controlled trial (PRIMA STUDY)
Reducing the risk of Plasmodium vivax relapse after acute Plasmodium falciparum malaria in co-endemic areas - a randomized controlled trial
Eksperimental
Uji klinis terbuka, acak terkontrol dengan dua arm pada penderita P. falciparum, yaitu: i. Kelompok intervensi dengan pengobatan tambahan untuk P. vivax ii.Kelompok kontrol tanpa pengobatan tambahan untuk P. vivax
100
 

Inclusion Criteria:

Penderita dengan demam yang terinfeksi P.falciparum; yang berusia > 12 bulan dan G6PD normal serta memberikan persetujuan tertulis untuk berpartisipasi dalam studi.

Exclusion Criteria:

malaria berat, Hb < 8g/dl, hamil & menyusui, hipersensitif terhadap obat anti-malaria dan riwayat transfusi dalam 4 bulan terakhir
 
KET-357/UN2.F1/ETIK/PPM.00.02/2020
-
R-RG.01.06.32.321.09.20.630
FKUI REF.20-03-0370/OXTREC 65-19/INPRIMA001
Prof Inge Sutanto, MPhil, SpParK